Pengertian Deposito, Jenisnya dan Cara Menghitung Keuntungan

Deposito merupakan sebuah program perjanjian yang di lakukan oleh pihak bank dan juga nasabah, untuk sama – sama saling menguntungkan. Pihak bank akan di untungkan dengan adanya pemasukan yang bisa di gunakan untuk menambah jumlah anggaran yang akan di pakai untuk kredit bank, lalu nasabah yang melakukan program ini sendiri mendapatkan keuntungan dengan adanya bunga yang di berikan oleh bank.

Bunga bank ini di berikan sebagai suatu imbalan kepada nasabah – nasabah yang telah mempercayakan uang mereka kepada bank. Karena hal itulah pihak bank akan memberikan bunga kepada para nasabah yang menaruh uang mereka sebagai deposito di suatu bank. Tabungan ini sendiri memiliki berbagai macam jenis yang bisa kamu ketahui pada ulasan kami kali ini.

Pada ulasan kali ini kami akan membahas mengenai apa itu deposito, keuntungan, kerugian, jenis , cara menabung, dan masih banyak lagi. Jika kamu penasaran dengan ulasan kami mengenai deposito, yuk mari simak dan juga pahami ulasan yang akan kami jabarkan pada artikel kali ini. Tak perlu berlama-lama lagi, mari kita masuk ke dalam pembahasan nya seperti yang ada di bawah ini :

Pengertian Deposito

Deposito

Secara sederhana deposito dapat diartikan sebagai sebuah bentuk proses dari kerja sama, antara pihak bank dan juga nasabah untuk dapat menaruh sejumlah uang pada periode waktu yang di sepakati oleh kedua pihak tersebut, yaitu pihak bank dan juga pihak dari nasabah ataupun calon dari nasabah yang di miliki oleh bank tersebut. Deposito ini merupakan sebuah program yang di miliki oleh pihak bank selain simpan tabungan.

Deposito ini ialah sebuah program yang sejenis dengan investasi yang sangat sederhana dengan sebuah bank, yang dimana bank tersebut akan menyuguhkan keuntungan bagi para nasabah nya berupa suku bunga yang memiliki sifat tetap dalam periode waktu tersentu. Jangka waktu yang di tawarkan oleh sebuah bank itu sendiri sangatlah beragam, mulai dari 1 bulan sampai dengan 24 bulan, biasanya setiap bank memiliki periode waktu yang berbeda.

Salah satu dari beberapa jenis deposito yang ada yaitu dengan sistem transfer uang kepada pihak lain untuk di amankan. Dengan arti lain, program ini berlandaskan kepada dana yang akan di transfer oleh seorang investor ke sebuah rekening atau tabungan yang kemudian tersimpan sebuah sistem bernama credit union. Sehingga pihak bank dan juga pihak nasabah akan sama – sama mendapatkan suatu keuntungan.

Untuk dapat melakukan sebuah tabungan deposito calon nasabah di haruskan untuk membuat rekening bank terlebih dahulu. Kemudian setelah itu, pihak nasabah juga di haruskan untuk melakukan penabunagan dengan sejumlah uang dengan minimal yang telah di tentukan oleh sebuah bank. Setiap bank tentunya memiliki batas minimum nya masing – masing.

Sebelum pembasan yang lebih mendalam mengenai deposito, kamu di haruskan untuk dapat mengenali terlebih dahulu jenis – jenisnya itu sendiri. Jika kamu penasaran dengan jenis apa saja yang terdapat di dalamnya, kamu bisa membaca paragraf di bawah ini, untuk mencari informasi mengenai jenisnya.

Deposito

Apabila kamu berminat unutk mengikuti program deposito, maka kamu perlu mengetahui terlebih dahulu jenis apa saja yang terdapat disini. Karena pada dasarnyaprogram ini mengacu kepada periode waktu yang telah di sepakati. Apa bila tabungan ini belum jatuh tempo ke dalam waktu yang telah di tentukan untuk melakukan penarikan, maka kamu tidak di perkenankan untuk menarik uang tersebut.

Jika kamu bersikeras untuk melakukan uang yang terdapat di dalam deposito sebelum masa penarikan, maka kamu akan dikenakan denda. Ada tiga jenis deposito yang biasa di gunakan oleh masyarakat indonesia. Yang pertama yaitu  on – call, yang kedua yaitu sertifikat deposito, dan yang terakhir yaitu berjangka. Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa jenisnya bisa anda simak seperti berikut ini :

1. Deposito On – Call

Deposito on – call merupakan sebuah program dengan jangka waktu yang cukup singkat. Biasanya waktu minimal yang di tawarkan pada jenis ini yaitu ; 1 minggu sampai dengan 1 bulan. Umumnya jenis ini di keluarkan dengan jumlah dana yang cukup besar.

Penarikannya sendiri bisa dilakukan setelah melewati periode waktu yang telah di tentukan. Kemudian seorang nasabah perlu memberitahu terlebih dahulu atau melakukan konfirmasi kepada pihak bank bahwasanya deposito tersebut akan di cairkan pada hari dan tanggal yang di tentukan oleh nasabah. Hal ini bertujuan agar pihak bank bisa menyiapkan dana dari pencairan tersebut.

2. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito adalah salah satu dari beberapa jenis depostio yang sistematisnya tidak berlandaskan terharap sebuah instansi / lembaga ataupun nama dari pihak nasabah tersebut. Karena nantinya sertifikat dari deposito tersebut dapat di perjual berlikan ataupun di pindah tangankan.

simpanan uang yang di berikan oleh pihak nasabah nantinya dapat di berikan kembali dengan jangka waktu yang cukup lama, yaitu 3 bulan sampai dengan 12 bulan atau satu tahun. Pada saat pengambilan dana tersebut, akan di sertakan dengan sebuah sertifikat. Untuk melakuakan pencairan dari bunganya dapat di ambil di setiap bulan ataupun pada tiap – tiap masa jatuh tempo.

3. Deposito Berjangka

Jenis yang terakhir yaitu adalah deposito berjangka. Ini merupakan salah satu dari beberapa jenis yang paling sering di pakai oleh masyarakat indonesia. Jenis ini merupakan sebuah tabungan yang memiliki jangka waktu tertentu sejalan dengan kesepakatan awal yang di lakukan antara pihak bank dan juga pihak nasabah sebelum melakukan penabungan.

Penarikan hanya dapat dilakukan oleh seorang nasabah dalam periode waktu tertentu, yang sesuai dengan kesepakatan awal. Deposito ini dapat di tabungkan dengan atas nama sebuah perusahaan / instansi / lembaga dan juga atas nama pribadi. Kemudian setelah melakukan penabungan pihak bank akan memberikan bunga kepada nasabah dari program berjangka ini.

Tingkat bunga yang di tawarkan akan memiliki jumlah atau nominal yang lebih tinggi jika di bandingkan dengan pada saat kita menabung seperti biasanya. Hal inilah yang kemudian menjadikan jenis ini populer dan banyak di gunakan oleh masyarakat di indonesia khususnya.

Ciri Khas Deposito

Deposito

Salah satu hal yang penting untuk kita ketahui adalah ciri khas yang di miliki oleh deposito itu sendiri, jika kamu merasa penasaran dengan ciri-ciri yang terdapat di dalam program ini, di bawah ini kami akan menjabarkan pembahasan nya untuk kamu para pengunjung setia blog ini. Tidak perlu berlama – lama lagi, yuk mari simak dan juga pahami ulasan mengenai cirinya seperti yang tertera di bawah ini :

1. Produk Kena Pajak

Deposito sendiri adalah salah satu produk atau program dari bank yang terkena pajak. Jadi pada saat nanti kamu akan mengambil bunga dari deposito tersebut, kamu di haruskan untuk mengurus perpajakan nya. Pajak yang di kenakan dari tersebut besarnya bisa mencapai 20% dari setiap hasil kamu menabung. Akan tetapi, kamu tidak perlu khawatir, karena masih ada 80% keuntungan yang masih bisa di nikmati.

2. Deposito Sebagai Jaminan

Beberapa dari kamu mungkin masih belum mengetahui akan hal ini, bahwasanya deposito pada dasarnya termasuk kedalalam salah satu aset yang biasanya di jadikan sebuah jaminan untuk di sertakan pada saat kamu akan mengambil pinjaman ke pihak bank. Akan tetapi tidak semua bank dapat menerima syarat peminjaman berupa deposito. Hal ini di karenakan tentunya setiap bank memiliki ketentuan yang berbeda – beda.

Meskipun demikian, Ini bisa menjadi sebuah alternatif yang dapat kamu gunakan sebagai sebuah jaminan diluar dari pada jaminan – jaminan yang sering di gunakan oleh banyak orang seperti ; Tanah, rumah, bangunan, bpkb dan lain sebagainya.

3. Bunga Deposito

Seperti yang sempat kami jelaskan di atas bahwasanya bunga yang di dapat dari deposito biasanya lebih tinggi jika kita bandingkan dengan tabungan biasa. Hal ini tentu sangat masuk di akal, karena tabungan ini sendiri memiliki limitasi periode waktu yang telah di tentukan. Hal tersebutlah yang menjadi dasar statement yang mengatakan bahwa deposito merupakan salah satu program invertasi menguntungkan selain dari emas, saham, dan juga obligasi.

Akan tetapi, meski begitu kamu juga perlu mengingat bahwasanya deposito di tiap – tiap bank memiliki jumlah suku bunga maksimal yang telah di tetapkan oleh bank tersebut. Maka dari itu, kamu harus menyesuaikan antara jumlah suku bunga yang akan kamu depositkan dengan ketentuan maksimal dari Lembaga penjamin simpanan ( LPS ).

Karena jika kamu mengikuti ketentuan – ketentuan yang telah di tetapkan oleh LPS, artinya deposito kamu merupakan jaminan dari lembaga tersebut. Dengan kata lain, uang yang kamu gunakan untuk mengikuti program deposit akan di jamin keamanan nya 100%

4. Resiko Rendah

Deposito sering di kenal oleh banyak orang sebagai sebuah produk atau program simpanan yang memiliki tingkat resiko yang sangat rendah. Hal ini di karenakan program tersebut mempunyai jaminan berupa LPS yang di sertaidenghan syarat – syarat serta ketentuan tertentu. Kamu juga perlu memastikan bahwa bank yang kamu pilih untuk menabung deposito merupakan bank yang telah tercatat sebagai salah satu anggota dari LPS.

Biasanya, jaminan yang di berikan oleh LPS hanya berlaku apabila nilai atau jumlah yang di simpan untuk kurang dari 2 miliar serta maksimal dari suku bunga tersebut yaitu hanya sebesar 7,5% saja. Artinya jika kamu akan membuat tabungan deposito dengan jumlah melebihi dari 2 miliar ataupun bunga yang di tawarkan melebihi dari persentase 7,5%, depositomu tidak akan di jamin oleh lembaga LPS.

5. Jangka Waktu Simpanan

Program ini sendiri memiliki jangka waktu simpanan yang berbeda-beda, sesuai dengan kesepakatan awal yang telah di sepakati. Deposit yang kamu simpan tidak akan bisa di cairkan apabila kamu belum memenugi jangka waktu tersebut. Di beberapa bank, biasanya seorang nasabah akan di berikan beberapa pilihan terkait dengan jangka waktu tersebut. Mulai dari 1 bulan sampai dengan 24 bulan.

Tentunya sebelum kamu menaruh tabungan deposito, kamu perlu memperhatikan terlebih dahulu mengenai jangka waktunya. Kamu mesti memikirkan hal tersebut dengan matang, agar tidak terjadi hal – hal yang tidak kamu harapkan sebelumnya.

Contohnya, pada saat kamu akan menggunakan simpanan dari deposito tersebut sebagai simpanan darurat, Maka kamu di sarankan untuk tidak memilih jangka waktu yang lama. Akan tetapi kamu bisa memilih jangka waktu yang relatif sebentar seperti misalnya 1 sampai dengan 3 bulan saja. Hal ini di maksudkan untuk memudahkan kamu pada saat akan membutuhkan dana tersebut, jadi sebisa mungkin konsepkan deposito dengan matang.

Program ini sangat di rekomendasikan untuk kamu yang memiliki kesulitan dalam menabung. Karena program ini dapat kamu manfaatkan untuk meminimalisir adanya pengeluaran yang berlebihan. Dengan adanya aturan jangka waktu, kamu tidak di perkenankan untuk mengambil tabungan tersebut sesuka hatimu, sehingga nantinya kamu akan melakukan pengereman terhadap pengeluarkanmu.

6. Pencairan Dana

Seperti yang telah kami singgung sebelumnya, bahwa pencairan dana pada program deposit berlandaskan kepada penjanjian awal yang di sepakati oleh pihak bank dan juga pihak nasabah. Jika tidak mengikuti prosedur seperti ini, maka kamu akan di kenakan penalti berupa denda yang nantinya akan mengakibatkan adanya pemotongan dari hasil depositmu, sehingga keuntungan yang di dapat terkesan tidak maksimal

7. Minimal Setoran

Terakhir, yang menjadi salah satu ciri khas utama dari deposito itu sendiri yaitu adanya minimal setoran di dalam tiap – tiap program nya. Ketika kamu akan membuka tabungan di bank, tentu kamu di haruskan untuk melakukan penyetoran awal sebagai salah satu syarat untuk membuka tabungan tersebut.

Hal tersebut juga berlaku pada saat kamu akan membuka tabungan ini. Tabungan minimal yang biasa di terapkan oleh beberapa bank di indonesia itu berkisar 5 juta rupiah. Akan tetapi, hal tersebut tidak menjadi patokan minimal di bank – bank lain, karena tentunya setiap bank memiliki kebijakan dan juga ketentuan nya masing – masing.

Cara Menghitung Keuntungan Deposito

Banyak dari kamu yang masih bertanya – tanya menganai bagaimana cara menghitung keuntungan deposito. Karena tentunya cara – cara seperti ini tidak di sebarluaskan oleh berbagai orang. Akan tetapi kamu tidak perlu merasa khawatir lagi, karena pada ulasan di bawah kami akan menjabarkan rumus-rumus yang bisa kamu gunakan untuk menghitung keuntungannya. Yuk mari simak dan juga pahami paragraf di bawah ini :

  • Rumus Menghitung Bunga Deposito

1. Keuntungan Bunga = Nominal uang yang di tabungkan x Suku bunga x Jangka waktu yang di tentukan ( Dengan itungan hari ).

2. Pajak = Bunga x Tarif pajak yang telah di tentukan.

3. Pengambilan = ( Bunga – Pajak ) + Nominal investasi.

Agar kamu menjadi lebih paham terkait dengan rumus tersebut, di bawah ini kami akan memberikan contoh kasus penabungan deposito. Tidak perlu berlama – lama lagi, yuk mari simak dan juga pahami contoh yang tertera pada paragraf di bawah ini :

Ibu rudi akan menabung dalam program deposito dengan jumlah sebesar Rp. 5 juta, dengan ketentuan jangka waktu selama 12 bulan ( 365 hari ) serta bunga yang di tetapkan di bank A adalah sebesar 5% dan pajak yang di kenakan pada tabungan tersebut sebesar 20%. Kita bisa mengimplementasikan rumus di atas sebagai berikut ini :

1. Keuntungan Bunga deposito

Nominal uang yang di tabungkan x Suku bunga x Jangka waktu yang di tentukan ( Dengan itungan hari ).

Rp. 5.000.000 x 5% x 360/365 hari = Rp. 246.000

2. Pajak Deposito

Bunga deposito x Tarif pajak yang telah di tentukan

Rp. 246.575,34 x 20% = 49.000

3. Pendapatan bersih

Pendapatan bersih =  Bunga deposito – Pajak

Rp. 246.000 – Rp. 49. 000 = Rp. 197. 000

jadi pendapatan bersih yang terima oleh ibu rudi yaitu Rp. 197.000 dengan tambahan deposit awal yaitu Rp. 5.000.000. Jadi total yang di terima yaitu sebesar Rp. 5.197.000.

Baca juga: Usaha Sampingan

Keuntungan Deposito

Berikut ini kami akan menjabarkan beberapa keuntungan yang akan di dapatkan ketika kamu memilih untuk menabung pada program deposito. Jika kamu penasaran dengan keuntungan apa saja yang di dapatkan, yuk mari simak dan juga ikuti ulasan yang akan kami sampaikan pada paragraf di bawah ini :

Suku Bunga Yang Cukup Besar

Salah satu keuntungan yang telah kamu dapatkan pada pembahasan di atas yaitu mengenai suku bunga yang relatif lebih besar ketimbang menabung biasa. Pada umumnya pihak bank akan menentukan bunga dari uang yang di tabungkan oleh nasabah dengan hitungan pertahun ataupun pertriwulan sesuai dengan lamanya jangka waktu yang di sepakati oleh pihak bank dan juga pihak nasabah.

Keamanan Uang Terjamin

Sekarang ini banyak sekali kriminalitas yang terjadi di bidang perbankan, sehingga memunculkan momok baru kepada para nasabah untuk lebih berhati – hati dalam memilih salah satu bank sebagai tempat untuk menyimpan deposite. Salah satu cara yang kamu bisa lakukan untuk terhindar dari hal – hal yang tidak di inginkan, kamu bisa mencaritahu terlebih dahulu apakah bank tersebut merupakan salah satu anggota dari LSP.

Jika memang iya, kamu tidak perlu lagi merasa khawatir, karena jika kamu menabung di bank yang telah terdaftar dalam LSP, ketika terjadi hal – hal yang tidak di inginkan, maka uang kamu akan kembali sesuai dengan kesepakatan awal antara kamu dan juga pihak bank.

Resiko yang minim.

Seperti yang sempat di bahas sebelumnya bahwasanya deposito merupakan salah satu jenis investasi yang sangat minim resiko. Karena nantinya uang kita akan di putarkan sebagai dana yang akan di berikan kepada nasabah lain sebagai pinjaman. Maka dari itu ketika kita memutuskan untuk mendepositkan uang yang dimiliki ke bank – bank tertentu, sangat minim sekali mengalami resiko, atau bahkan tidak ada resikonya sama sekali.

Akses Bunga Mudah

Bunga yang kita dapatkan dari program deposito ini dapat kita akses dengan cara yang terbilang sangat mudah. Hasil dari penabungan deposito kita akan di cairkan dengan jangka waktu yang sebelumnya telah di sepakati oleh pihak bank dan juga pihak nasabah. Selain itu, untuk pengmbilan nya pun terkesan instan. Kamu bisa memilih mengambil uang tersebut dengan cara mendatangi bank terdekat, ataupun meminta untuk mentransferkan nya ke rekeningmu.

Untuk menambahkan jumlah bunga yang akan kita dapatkan, maka setelah tiba pada masa jatuh tempo pencairan, kamu bisa kembali menabungkan uang tersebut. Sistem seperti ini biasanya di kenal dengan istilan automatic roll over system. Jika kamu melakukan ini, maka kemungkinan bunga yang akan kalian dapatkan akan bertambah besar karena akan terjadi pelipatgandaan bunga atau yang biasa di kenal dengan bunga majemuk.

Salah satu investasi yang menguntungkan

Kamu bisa membandingkan program deposito yang bejenis investasi ini dengan jenis – jenis investasi lainnya. Setelah itu kamu akan menemukan sebuah fakta bahwasanya deposito merupakan salah satu jenis investasi yang paling menguntungkan diantara investasi yang lainnya.

Karena jika kita seorang yang takut akan kerugian, di dalam program investasi ini kamu akan mendapatkan resiko yang kecil, bahkan tidak memiliki resiko sama sekali. Jika pun terdapat adanya kerugian, maka kerugian tersebut akan menjadi tanggung jawab dari sebuah lembaga bernama Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS. Hal tersebut tidak akan kamu dapatkan di investasi – investasi jenis lain.

Itulah yang menjadi kelebihan dari program tabungan deposito.

Kekurangan Deposito

Selian adanya kelebihan yang terdapat di dalam program tabungan deposito, tentunya akan ada juga kekurangan dari program tersebut. Berikut ini kami akan menjabarkan beberapa kekurangan yang terdapat di dalam program tabungan deposito. Jika kamu penasaran dengan hal tersebut, yuk mari simak dan juga pahami paragraf berikut yang akan menjabarkan beberapa kekurangan dari program ini.

Keuntungan Kecil

Meskipun beberapa deposito mendapatkan bunga bank yang terbilang cukup besar, akan tetapi ini masih saja memiliki keuntungan yang sangatlah kecil jika kita bandingkan dengan produk – produk investasi lainnya. Laba yang di dapatkan dari program tabungan ini terkadang tidak sejalan atau sebanding dengan uang yang di keluarkan untuk melakukan program tabungan depsito itu sendiri.

Semisal, jika kamu mendepositokan uangmu sebesar 100 juta rupiah, maka bunga yang akan kamu dapatkan hanya di angka 5 sampai dengan 6 persen saja. Artinya, dari total jumlah uang yang kita tabungkan ke dalam program ini hanya akan menghasilkan bunga atau laba sebesar 2 jutaan. Itupun belum termasuk potongan pajak dan juga biaya yang administrasi yang perlu kita penuhi.

Biasanya, setiap kamu akan mengambil atau mencairkan bunga yang kamu dapatkan dari hasil deposito, kamu akan di kenakan pajak sampai dengan 20%. Selain itu, beberapa bank juga mengharuskan nasabahnya untuk membayar biaya administrasi. Hal ini lah yang menjadi pertimbangan beberapa orang ketika akan melakukan program tabungan ini.

Berbeda jika kita memilih produk investasi lain seperti jual beli saham, atau produk – produk investasi lain nya. Akan tatapi dalam di dalam dunia investasi ada salah satu prinsip yang biasanya di jadikan acuan oleh para investor yaitu ; “Low Risk, Low Return. High Risk, High Return”. Artinya ketika kamu memilih produk investasi yang minim akan resiko, kamu juga akan mendapatkan keuntungan yang minim juga, begitupun sebaliknya.

Ikut Terkena Inflasi

Perlu kamu ketahui bahawasanya inflasi sering terjadi setiap tahunnya. Hal ini akan mengakibtakan nilai uang yang terdapat di dalam deposit kita akan mengalami penurunan. Hal ini lah yang seringkali di jadikan sebagai bahan pertimbangan oleh para investor untuk menempatkan uang nya di dalam tabungan.

Adanya inflasi biasanya di sebabkan karena harga yang terdapat pada bahan pokok semakin hari semakin menginggi, sehingga ketika kamu melakukan tabungan deposito sebesar 100 juta pada hari ini, besar kemungkinan pada 2 tahun mendatang nilai nya tidak lagi sama dengan hari ini.

Dikenai Biaya Pajak

Seperti yang di bahas sebelumnya, bahwa ketika kamu akan mencairkan uang dari hasil deposito di sebuah bank, kamu akan di kenakan pajak penghasilan. Biaya yang digunakan untuk pajak pph ini jumlahnya terbilang cukup besar, yakni bisa mencapai angka 20 persen. Sehingga ketika kita mendapatkan keuntungan yang bisa terbilang minim, setelah itu perlu juga di kenakan dengan pajak pph.

Ada Biaya Penalti

Salah satu kekurangan yang menjadi pertimbangan banyak orang, yaitu karena adanya denda atau pinalti yang di kenakan jika seorang nasabah melakukan pencairan dana pada masa sebelum jatuh tempo program deposito itu sendiri. Biaya pinalti yang di kenakan oleh setiap bank tentunya berbeda – beda.

Nilai Investasi Tidak Bertambah

Ketika kamu akan memutuskan untuk mendepositkan uang yang kamu miliki, maka dari situ kamu tidak akan dapat menambah atau tidak meningkatkan nilai investasimu. Hal tersebut di sebabkan karena kita tidak berkecimpung langsung di dalam manajerial keuangan tersebut. Jadi kita tidak dapat menaikkan target dana yang akan kita masukkan untuk menaikkan nilai investasi tersebut.

Berbeda dengan investasi lainnya yang membuat kamu dapat menaikkan nilai investasimu. Contoh jika kamu berinvestasi di saham ataupun emas, kamu bisa menambah / membeli saham lebih banyak untuk dapat meningkatkan nilai investasimu.

Tetapkan Arah Untuk Mengambil Deposito

Yang harus kamu lakukan untuk membuka sebuah tabungan deposito yaitu menentukan tujuan serta arah yang nantinya akan mempermudah langkah – langkah untuk mencapai tujuan yang kamu inginkan. Kamu jga perlu mempertimbangkan kelebihan dan juga kekurangan dari beberapa bank yang akan menjadi tempat pembukaan tabungan deposito.

Selain itu, kamu juga perlu untuk menentukan jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Setelah itu kamu juga di harapkan dapat menentukan jenisnya yang sesuai dengan keinginanmu, agar nantinya kamu bisa menikmati masa – masa sebelum jatuh tempo dari jangka waktu yang telah ditentukan.

Untuk kamu yang merasa masih bingung dalam memilih sebuah bank yang akan di jadikan sebagai tempat untuk membuka rekening deposito, hal – hal penting yang perlu kamu ketahui adalah sebuah reputasi dari bank itu sendiri. Selian dari pada itu, kamu juga perlu memastikan bahwa bank yang akan di gunakan sebagai tempat untuk membuka rekening merupakan bank yang telah menajadi anggota LPS.

Kamu juga perlu mempertanyakan hal – hal yang sekira nya janggal dan tidak masuk di akal ataupun adanya ketentuan – ketentuan yang tidak sejalan dengan peraturan yang terdapat di Lembaga Penjamin Simpanan ( LPS ). Karena nantinya hal tersebut akan sangat krusial pada saat kamu mengalami sebuah masalah yang tidak di duga sebelumnya, menyangkut perihal tabungan deposito yang kamu miliki

Akan tetapi jika kamu telah memastikan bahwasanya bank tempat kamu menyimpan tabungan deposit telah memiliki keanggotan di LPS, dan juga ketentuan nya sejalan dengan LPS. Maka kamu tidak perlu merasa khawatir akan masalah – masalah yang nantinya bermunculan pada saat kamu membuka tabungan deposito.

Cara Menabung Deposito Dan Memilihnya

Banyak dari kamu yang ingin memulai berinvestasi dengan cara yang paling aman, salah satunya yaitu dengan berdeposit. Akan beberapa diantara kamu juga masih banyak yang bertanya – tanya mengenai bagaimana cara yang bisa di lakukan untuk menabung deposito, dan memilih tempat terbaik untuk melaksanakan program tersebut.

Jika kamu penasaran dengan bagaimana cara menabung deposito dan memilih tempat yang tepat untuk dapat melakukan program tabungan tersebut. Kamu tidak perlu lagi merasa khawatir, karena pada ulasan kali ini kami akan menjabarkan mengenai cara yang bisa kamu lakukan untuk menabung deposito dan memilihnya. Tak perlu berlama – lama lagi, yuk mari simak dan juga ikuti langkah – langkah di bawah :

  1. Pertama – tama hal yang perlu kamu lakukan yaitu menganalisa dan juga membandingkan hasil rekapitulasi dari satu bank dengan bank yang lainnya. Pastikan bahwa bank yang kamu pilih merupakan sebuah bank yang baik dan juga memenuhi standar kualifikasi sebagai tempat yang pas untuk menabung deposito. Dengan adanya analisa tersebut, kamu akan merasa aman dan juga tidak perlu merasa khawatir akan uang yang di tabung.
  2. Tentunkan juga jenis deposito yang cocok dengan kamu, kamu bisa melihat dari beberapa aspek seperti sistem dari pembayaran bunganya, dan juga tingkatan bunga yang di suguhkan oleh masing – masing bank.
  3. Hindari penawaran yang menjanjikan suku bunga yang tinggi yang sudah melampaui dari ketentuan – ketentuan yang ada di Lembaga Penjamin Pinjaman.

Baca juga: Cara Daftar NPWP Online

Tahap Pengajuan Deposito

Selanjutnya, untuk cara membuka tabungan deposito itu sendiri bisa di bilang cukup mudah, dan terkesan tidak menyulitkan. Jika kamu berminat untuk membuka tabungan deposito, kamu bisa mengikuti langkah – langkah yang telah kami jabarkan berikut ini :

  1. Menentukan bank yang akan kamu jadikan tempat untuk membuka tabungan ini.
  2. Siapkan berkas-berkas yang di perlukan sebagai persyaratan dalam membuka tabungan satu ini. Beberapa berkas diantara nya seperti NPWP, KTP, dan berkas – berkas lainnya yang berhubungan dengan identitasmu.
  3. Siapkan beberapa materai, agar kamu tidak kesusahan ketika memang barang tersebut di butuhkan.
  4. Biasanya seorang nasabah yang akan pertama membuka tabungan ini di haruskan untuk memiliki rekening dari bank yang akan di jadikan tempat pembukaan tersebut.
  5. Tentukan jenis deposito dan juga tenor dari beberapa produk yang di tawarkan dari pihak bank
  6. Setelah itu, kamu bisa melakukan pendaftaran dari sebuah bank untuk melakukan pembukaan tabungan deposito, dan kamu akan di berikan formulir pendaftaran yang harus di isi dengan lengkap dan juga sebenar – benar nya.
  7. Ikutilah arahan yang di berikan oleh customer service dari bank tersebut.
  8. Setelah selesai mendaftar, dan memilih jangka waktu serta jumlah deposit, kamu juga di haruskan untuk melakukan transaksi untuk membuka rekening deposito.
  9. Jika sudah selesai, kamu akan di berikan sebuah bukti dari kepemilikan sebuah deposito berupa bilyet

Perbedaan Deposito Dengan Tabungan Biasa

Buku Tabungan

Jika kamu pernah membuka tabungan biasa dan juga membuka tabungan deposito, tentunya kamu dapat melihat adanya perbedaan buku tabungan dari kedua jenis tabungan tersebut. Jika pada tabungan biasa kamu akan mendapatkan atm beserta buku tabungan. Akan tetapi pada saat menabung kamu akan mendapatkan bilyet yang berguna sebagai bukti kepemilikan.

Jenis Produk

Jika kita bandingkan dalam hal layanan produk, deposito adalah salah satu dari beberapa jenis produk yang bersifat invesment. Sedangkan tabungan biasa, merupakan sebuah simpanan pada umumnya.

Biaya Administrasi

Kemudian pada tabungan biasa, bunga tabungan yang di dapat biasanya akan di pakai sebagai biaya administrasi untuk bank tersebut, yang terpotong secara otomatis setiap bulan. Akan tetapi dalam tabungan deposito, kamu tidak akan mendapati adanya biaya administrasi, sehingga hasil dari bunga tabungan tersebut tidak terpotong dan menjadi saldo pribadimu.

Baca juga: Pengertian Manajemen

Akhir Kata

Pembasahan di atas merupakan ulasan kami mengenai pengertian deposito, jenis-jenisnya, kelebihan dan kekurangan, serta hal lainnya yang berhubungan dengan program itu sendiri. Semoga ulasan ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan dan juga pengetahuan kamu mengenai deposito. Terimakasih telah membaca ulasan kali ini sampai dengan selesai, sampai jumpa di ulasan-ulasan kami selanjutnya.

 

You May Also Like